Kalau kamu lagi nyari mobil bekas, jangan cuma fokus di mesin dan bodi aja. Salah satu bagian penting yang sering di-skip tapi bisa jadi sumber masalah besar adalah power steering.
Power steering itu yang bikin setir mobil ringan, enak dipakai, dan gak bikin tangan pegal. Kalau sistem ini rusak atau bocor, efeknya langsung kerasa — setir jadi berat, bunyi ngorok, atau bahkan bocor oli di kolong mesin.
Nah, biar kamu gak kejebak beli mobil yang setirnya bikin lengan berotot mendadak, yuk simak cara cek kondisi power steering mobil bekas, biar tau apakah masih halus atau udah minta jantung baru!
1. Kenali Jenis Power Steering di Mobil
Sebelum ngecek, kamu harus tau dulu jenis power steering yang dipakai mobil. Karena cara ngeceknya sedikit beda:
- Hidrolik Power Steering (HPS):
Pakai oli khusus (Power Steering Fluid) dan pompa hidrolik.
Biasanya di mobil lama atau SUV lawas. - Elektrik Power Steering (EPS):
Pakai motor listrik dan sensor, tanpa oli.
Umum di mobil modern seperti Avanza baru, Jazz, atau Yaris.
Jadi, kalau kamu tahu jenisnya, kamu bisa langsung fokus ke titik-titik yang sering bermasalah.
2. Cek Rasa Setir Saat Mesin Mati dan Hidup
Ini cara paling simpel buat tahu apakah power steering masih sehat atau udah berat.
- Langkah 1: Matikan mesin, coba putar setir ke kanan-kiri penuh.
→ Kalau berat banget, itu normal (karena pompa belum kerja). - Langkah 2: Nyalain mesin, lalu coba lagi putar setir.
→ Kalau masih berat juga, itu tanda pompa power steering lemah atau sistem bocor.
Mobil normal dengan power steering sehat harusnya langsung terasa lebih ringan saat mesin nyala.
3. Dengar Bunyi Saat Setir Diputar
Waktu test drive, fokus dengerin suara dari ruang mesin saat setir diputar:
- Kalau muncul bunyi “nguuung” atau “ngerintih” saat belok, itu tanda oli power steering kurang atau pompa mulai aus.
- Kalau bunyi kayak “krek-krek” dari bawah dashboard, bisa jadi rack steering longgar atau bushing-nya kering.
Power steering yang bagus harusnya senyap dan halus tanpa getaran atau suara aneh.
4. Cek Level dan Warna Oli Power Steering (Untuk Tipe Hidrolik)
Buka kap mesin, cari tabung kecil transparan bertuliskan “Power Steering Fluid.”
Periksa hal-hal ini:
- Level Oli:
Harus di antara tanda MIN dan MAX. Kalau di bawah MIN, artinya ada kebocoran. - Warna Oli:
- Coklat bening = normal.
- Hitam pekat = oli udah kotor dan bisa ganggu tekanan sistem.
- Buih atau gelembung = tanda udara masuk ke sistem karena bocor.
- Bau Gosong:
Kalau baunya gosong, pompa udah sering panas → tanda pompa aus.
Tips Gen Z: Jangan isi oli sembarangan — tiap merek mobil punya spesifikasi oli power steering sendiri. Salah oli bisa bikin seal cepat bocor.
5. Periksa Ada atau Tidaknya Kebocoran Oli
Cek bagian bawah mobil dan sekitar pompa power steering:
- Kalau kamu lihat oli netes di bawah mesin bagian depan, itu tanda seal pompa bocor.
- Cek juga selang tekanan tinggi dari pompa ke rack — biasanya bocor di sambungan logam karet.
- Lihat karet boot di rack steering — kalau basah berminyak, itu rack udah rembes.
Gunakan tisu putih buat ngecek — kalau ada bercak coklat kemerahan, itu oli power steering bocor.
6. Cek Getaran di Setir
Waktu jalan lurus pelan, rasain apakah setir getar halus atau mantul-mantul.
- Kalau getar terus pas idle atau belok pelan → pompa power steering mulai lemah.
- Kalau getar cuma pas ngerem → kemungkinan cakram atau tie rod yang bermasalah.
Power steering sehat harusnya bikin gerakan setir stabil tanpa getar sama sekali.
7. Periksa Kondisi Selang dan Klem
Selang power steering (khusus tipe hidrolik) sering jadi biang masalah karena:
- Retak halus di permukaan.
- Klem longgar atau bocor di sambungan.
- Selang keras dan kaku (tanda udah tua).
Kalau kamu lihat selang udah kaku atau retak, kemungkinan besar sistem udah nggak rapet lagi dan bisa bocor kapan aja.
8. Coba Belok Penuh ke Kanan dan Kiri
Waktu test drive, coba belok setir penuh ke kanan dan kiri sambil diam (stationary steering):
- Kalau muncul bunyi “nguuung” panjang atau setir gak balik otomatis ke tengah, itu tanda:
- Tekanan oli rendah.
- Pompa power steering udah mulai lemah.
- Rack steering aus.
Tapi hati-hati: jangan ditahan di posisi belok penuh terlalu lama (lebih dari 5 detik), karena bisa bikin pompa overheat.
9. Cek Perilaku Setir Saat Jalan di Kecepatan Tinggi
Power steering yang sehat bakal:
- Ringan di kecepatan rendah (buat parkir).
- Lebih berat di kecepatan tinggi (biar stabil).
Kalau kamu ngerasa setir tetap ringan banget di kecepatan tinggi, bisa jadi sensor kecepatan EPS rusak.
Sebaliknya, kalau terlalu berat bahkan di kecepatan rendah, itu tanda motor listrik EPS lemah atau kotor.
10. Cek Indikator EPS di Dashboard (Khusus Power Steering Elektrik)
Waktu kontak nyala, pastikan lampu EPS (Electric Power Steering) muncul sebentar dan mati lagi.
Kalau lampu tetap nyala, itu pertanda:
- Ada error di sistem sensor torsi.
- Motor EPS overheat.
- Atau modul kontrol EPS rusak.
Kalau indikator ini nyala, minta penjual buat scan sistem pakai OBD2, karena perbaikan EPS gak murah — bisa Rp 4–10 juta tergantung merek.
11. Perhatikan Setir Balik Otomatis Setelah Belok
Setir mobil sehat harus balik otomatis ke posisi tengah setelah belok.
Kalau gak balik, artinya:
- Sistem power steering kehilangan tekanan (hidrolik).
- Sudut toe dan camber gak seimbang.
- Bisa juga rack steering aus.
Biasanya mobil yang rack-nya udah longgar juga bikin suara “duk” kecil tiap kali setir dibalik arah.
12. Cek Bunyi “Duk” atau “Klik” Saat Guncangan
Kalau kamu lewat jalan rusak atau polisi tidur dan setir bunyi “duk”, bisa jadi:
- Baut dudukan rack steering longgar.
- Joint steering column aus.
- Cross joint universal joint udah kering.
Bagian-bagian ini berhubungan langsung sama sistem power steering, dan kalau dibiarkan, bisa bikin steering delay atau gak presisi.
13. Lihat Kondisi Boot Rack Steering
Boot (karet pelindung) di ujung rack steering punya fungsi penting buat jaga kotoran dan debu biar gak masuk ke dalam sistem.
Kalau boot robek:
- Debu dan air bisa masuk, bikin rack aus.
- Pelumasan di dalam hilang → bikin setir berat.
Cek apakah karet boot masih lentur dan rapat. Kalau udah kaku atau robek, siap-siap biaya perbaikan.
14. Periksa Oli Power Steering di Reservoir Setelah Test Drive
Setelah kamu test drive dan balik lagi, buka tutup oli power steering:
- Kalau levelnya berkurang dari sebelum jalan → ada kebocoran aktif.
- Kalau muncul busa halus → sistem kemasukan udara, biasanya karena seal bocor.
Ini cara paling akurat buat tahu apakah power steering bocor halus atau enggak.
15. Kesimpulan: Power Steering Sehat = Setir Halus, Nyaman, dan Aman
Kalau kamu lagi beli mobil bekas, pastiin power steering-nya gak berat, gak bocor, dan gak bunyi.
Sebelum deal:
- Cek oli power steering dan selangnya.
- Rasain setir waktu mesin hidup dan mati.
- Dengerin bunyi pas belok dan jalan pelan.
- Lihat apakah setir balik otomatis atau enggak.
Kalau semua terasa ringan dan mulus, berarti sistem power steering masih sehat. Tapi kalau berat, bunyi ngorok, atau bocor, siap-siap keluar jutaan rupiah buat perbaikan.
FAQ Tentang Power Steering Mobil Bekas
1. Apa penyebab power steering berat di mobil bekas?
Bisa karena oli bocor, pompa lemah, atau rack steering aus.
2. Berapa biaya ganti pompa power steering?
Mulai Rp 2–5 juta tergantung merek dan tipe mobil.
3. Apa tanda power steering bocor?
Level oli berkurang, ada rembesan di bawah mobil, dan suara “nguuung” waktu belok.
4. Apa bedanya power steering hidrolik dan elektrik?
Hidrolik pakai oli dan pompa, elektrik pakai motor listrik dan sensor. EPS lebih irit tapi perbaikannya lebih mahal.
5. Apakah aman beli mobil bekas dengan power steering berat sedikit?
Kalau cuma karena oli kurang bisa diatasi, tapi kalau pompa atau rack aus, biaya perbaikannya lumayan besar.
6. Apakah oli power steering bisa diganti sendiri?
Bisa, tapi harus disedot total dan diisi ulang dengan oli sesuai spesifikasi pabrikan. Jangan asal campur.